- - - -
Minggu, 16 Desember 2018  
APARAT Demo Polres dan Kejari Rokan Hulu
Kades Diduga Pungli Penjualan Tanah Desa dan Sertifikat

Reportase Hukrim - Karman - Kamis, 11/10/2018 - 22:07:42 WIB

ROKAN HULU--Puluhan mahasiswa yang mengatas namakan Aliansi Pemuda Peduli Rakyat (APARAT) menggelar aksi demo di kantor kejaksaan negeri (Kejari) dan Polres Kabupaten Rokan Hulu ( Rohul) Kamis ( 11/10/18 ).

Mereka meminta agar kepala desa suka maju, Indra Admaja diperiksa terkait dugaan pungli penjualan tanah R dan tanah fasilitas umum desa Suka Maju Tambusai.

Koordinator aksi demo Budiman Lawa (11/10/2018) usai menggelar aksi didepan Kejari Rohul mengatakan adapun yang menjadi tuntutan dari mahasiswa yang mengatas namakan APARAT,pertama mendesak Kapolres dan Kejari Rohul untuk segera mengusut kepala Desa Suka Maju,Indra Atmaja yang terlibat dugaan pungli penjualan tanah fasilitas umum Desa Suka Maju.

Indra Atmaja agar segera diadili sesuai undang - undang yang berlaku.Hal in juga untuk keselamatan masyarakat dari markus-markus yang berkeliaran di desa suka maju.

Kedua, aliansi aparat meminta Polisi dan Kejari mengusut tuntas dana UED,Desa Suka Maju yang digunakan untuk membayar cicilan Los Pasar tempat berjualan Pasar Mingguan yang gagal difungsikan.

Ketiga agar Kejari dan Polres Rohul mengusut tuntas terkait kebenaran pengadaan sertifikat tanah Desa Suka Maju yang dana pengurusan sertifikat telah dikutip dari warga lebih kurang 2 juta rupiah persifikat .

Aliansi aparat mengancam jika Kejari dan Polres Rohul tidak menindak lanjuti tuntutan tersebut akan melakukan aksi yang lebih besar lagi.Karena menurut para pendemo, Kepala Desa Suka Maju sudah merugikan masyarakat suka maju.

Aksi Aparat di kantor Kejari Rohul disambut langsung oleh Kasi Intelijen,Ade Maulana bersama dua anggota bidang Intelijen Kejari Rohul.

Sementara kepala Desa Suka Maju,Kec.Tambusai mengatakan akan mengikuti proses hukum jika terbukti bersalah.

”Pelaksanaan kegiatan di Desa sudah sesuai dengan kesepakatan dan melalui musawarah desa. Seluruh kebijakan desa sudah diketahui oleh pemerintah dan dinas transmigrasi ,Camat Tambusai, Babinsa,Babinkamtibmas, pemerintah Desa Suka Maju dan termasuk masyarakat saya sendiri.”ujar Indra.

Menurutnya apa yang dilakukan dirinya didesanya tidak menyalahi aturan dan melanggar undang - undang karena sudah melalui kesepakatan.”Terkait aksi dari mahasiswa tersebut kita menduga sudah ditunggangi kepentingan pribadi dan politik,”ucapnya.

Dia mengakui bahwa aksi tersebut sudah tidak sesuai dengan kepentingan umum melainkan hanya untuk kepentingan sekelompok orang maupun perorangan.”Meski demikian saya akan mematuhi proses hukum jika nanti dipanggil oleh pihak kejaksaan maupun pihak kepolisian,"ujarnya.(Ar)

(132) Dibaca - () Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
 
 
 
 
 
 
Redaksi | Index | Galeri
Copyright 2013-2015 PT. Pressindo Multi Media, All Rights Reserved