- - - -
Minggu, 16 Desember 2018  
Satpol PP Jaring Wanita Pelayan Kafe dan Satu Pasangan Mesum

Reportase Rohul - Karman - Selasa, 02/10/2018 - 16:24:23 WIB

ROKAN HULU---Senin malam sekira pukul 23:30 wib satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Pemadam Kebakaran Kabupaten Rokan Hulu (Rohul)  berhasil mengamankan enam wanita pelayan kafe remang - remang.

Dalam operasi ini Satpol PP juga mengamankan satu pasang bukan suami istri yang diduga sebagai pasangan mesum yang beroperasi disekitaran jalan lingkar kilo meter empat kecamatan Rambah.

Operasi penyakit masyarakat (pekat) yang digelar oleh satuan polisi pamong praja 

(Satpol PP) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) langsung dipimpin kepala bidang operasional Satpol PP,  Arwin Lubis dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) satpol pp Samsul Kamal.

Kepala Bagian operasi Satpol PP, Arwin Lubis (2/10/2018) dari tiga TKP yang dilakukan razia tersebut sedikitnya ada enam wanita malam yang diduga sebagai pelayan berhasil kita amankan.

Dari tiga lokasi tempat hiburan malam operasi kita lanjutkan ke beberapa wisma dan dari wisma tersebut kita berhasil merazia pasangan bukan suami istri alias pasangan mesum.

Untuk kedua pasangan mesum ini kita pisahkan dengan wanita pelayan kafe yang kita amankan karena mereka ini belum ada ikatan pernikahan tentu harus kita panggil kedua orang tua baik dari pihak laki-laki dan perempuannya.

"Nanti kelanjutannya akan kita kembalikan kepada orang tuanya, sehingga tidak terulang kembali dikemudian hari " kata Arwin.

Operasi ini sebagai langkah kita untuk memberantas aktivitas pekat di kabupaten rokan hulu khususnya di kecamatan rambah karena aktivitas kafe remang - remang sudah mulai menjamur sehingga meresahkan masyarakat " Ucap Arwin.

" Kita komit untuk memberantas pekat, apa lagi kabupaten rohul dikenal sebagai negeri 1000 suluk " tuturnya lagi.

Saat ini ke enam wanita dan satu pasangan mesum kita diamankan di kantor Satpol PP rohul untuk didata,  dan pelayan tersebut membuat perjanjian untuk tidak lagi berpropesi sebagai wanita penghibur " Pungkas Arwin.

Sementara salah seorang pemilik kafe, Bakri Dayan (2/10) mengatakan sebagai pemilik Karoke keluarga hi merasa kecewa karena selama ini sudah mengikuti aturan yang ada di negeri ini.

" Saya selaku pengusaha karoke keluarga aturan mana lagi yang harus saya ikuti sehingga tidak lagi disudutkan oleh pemerintah "
Dia berharap pemerintah bisa menberikan solusi sehingga bisa berusaha mencari kebutuhan keluarganya.

Menurutnya usaha yang didibukanya tidak meresahkan masyarakat karena lokasinya jauh dari pemukiman warga,  selain itu suara musik tidak terdengar diluar ruangan.

Selama ini Saya sudah berusaha mengurus izin legalitas usaha dan saat ini masih dalam proses didinas terkait.

Untuk itu dalam proses pengurusan tersebut beri saya kemudahan untuk berusaha apa lagi ini bagian PAD rohul kedepan " Harap Bakri.

Jika ada aturan pemerintah rohul, "  Saya bersedia mematuhi aturan tersebut " Imbuhnya.(Ar)



(139) Dibaca - () Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
 
 
 
 
 
 
Redaksi | Index | Galeri
Copyright 2013-2015 PT. Pressindo Multi Media, All Rights Reserved