- - - -
Sabtu, 22 09 2018  
Masyarakat Koto Aman Unjuk Rasa Minta Kapolres Kampar Dicopot

Reportase Kampar - Hasbi - Rabu, 12/09/2018 - 19:32:04 WIB

BANGKINANG KOTA,REPORTASERIAU.COM--Ratusan masyarakat yang berasal dari desa Koto Aman Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar,Rabu menggelar aksi ujuk rasa di depan Mapolres Kampar,Rabu ( 12/9/2018).Massa menuntut agar Kapolres Kampar di copot dari jabatannya.

Sejak pagi ratusan massa datang menggeruduk halaman Mapolres Kampar.Mereka datang dengan kendaraan roda dua dan empat langsung menggelar aksi.Selain membentang spanduk mereka juga membawa keranda yang menurut mereka sebagai simbol matinya keadilan di wilayah hukum polres Kampar.

Sebuah spanduk berukuran 3x3 Meter yang betulisan Copot Kapolres Kampar dari Jabatannya tampatk terpampang terbentang.

Menurut para pengunjuk rasa,aksi ini mereka gelar karena masyarakat menilai ketidak berpihakan Kapoles Kampar atas perkara perampasan lahan seluas 1500 hektare oleh PT SBAL.

Rahmat Hidayat selaku Koordinator Aksi mengatakan aksi ini bertujuan untuk meminta Kepada Polres Kampar untuk mengsusut dan menidak lanjuti Laporan Masyarakat kepada PT Sekar Bumi Alam Lestari (SBAL).

"Perkara perampasan tanah masyarakat oleh PT SBAL seluas 1500 hentare lebih sebelumnya sudah ada kesepakatan antara pihak perusahan dan masyarakat.PT SBAL sebelumnya sudah mengakui adanya tanah masyarakat tersebut dan akan mengembalikannya.Namun saat kita tuntut justru PT SBAL menolak mengembalikan tanah tersebut,”ujar Rahmat Hidayat.

Rahmat menambahkan jangankan memenuhi tuntutan masyarakat malah Perusaan PT Sekar Bumi Alamletari melaporkan dua orang warga desa koto Aman,yakni Irfan Caniago dan Akmal ke Polres Kampar dengan laporan menghalangi akses jalan masuk PT SBAL.


Sementara itu Anton Korlip aksi lainnya juga mengatakan masyarakat desa Koto Aman akan terus bertahan di halaman Mapolres dan pasang tenda selama tuntutan mereka tidak dipenuhi.

”Kami akan bertahan disini selama 6 hari 6 malam dan memasang tenda untuk menuntut keadilan karena tidak ada sedikit pun masyarakat melakukan pengrusakan atau kekerasan seperti yang dituduhkan PT.SBAL. Jadi kita menduga tuntutan kepada dua rekan ini adalah tuntutan bohong,”ucap Anton.(HA)

(27) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
 
 
 
 
 
 
Redaksi | Index | Galeri replica watches replica rolex watches
Copyright 2013-2015 PT. Pressindo Multi Media, All Rights Reserved