- - - -
Sabtu, 22 09 2018  
Terkait Tumpahan CPO di Dermaga B
Pihak KSOP Dumai Mengaku Sudah Lakukan Pembersihan

Reportase Dumai - Mulak Sinaga - Selasa, 28/08/2018 - 17:09:00 WIB

Dumai, Reportase Riau.Com --Seperti di informasikan wartawan media ini sebelumnya,bahwa 9 Agustus 2018 telah terjadi insiden dugaan pencemaran laut akibat tumpahan minyak CPO ( Crude Palm Oil ) dari Ponton Teratai Merah III ( Mina Mas Group ) di sekitar Dermaga B milik PT Pelabuhan Indonesia I ( Persero ) Cabang Dumai.

Tumpahan CPO ke laut Dumai tersebut hingga kini masih menyisakan pertanyaan bagi warga Dumai.Menurut mereka kejadian ( insiden ) tumpahnya minyak CPO ke perairan laut Dumai, sudah kerap terjadi.

“Kemungkinan dugaan pencemaran tersebut akibat tidak adanya sanksi atau tindakan hukum terhadap oknum oknum pelaku pembuang limbah minyak CPO dan sejenis minyak lainnya ke perairan Dumai,”ujar Warga yang meminta nama mereka jangan ditulis.

Reportase Riau.Com yang mencoba menelusuri keluhan warga langsung mengkonfirmasi Gamat KSOP Kls I Dumai.

Tidak adanya efek jera kepada pelaku pencemaran laut itu karena diduga tidak adanya tindakan pemberian sanksi denda dan hukuman terhadap pihak atau oknum pelaku perusak ekosistim dan pengganggu keselamatan pelayaran itu.

Ini dapat disimak dari penuturan Kepala Bidang ( Kabid ) Gangguan Keselamatan ( Gamat ) kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kls I Dumai, Abdi Sabda kepada Reportase Riau.Com di ruang kerjanya,Selasa ( 28/08/18 )
.
"Pada saat kejadian tumpahan minyak CPO tanggal 09 Agustus 2018,saya ada di lapangan ( lokasi kejadian ).Saya sudah lakukan upaya pembersihan dan pencegahan pada saat itu,”kata Abdi Sabda.

Disinggung mengenai sanksi apa yang telah diberikan pihaknya kepada pelaku pencemaran,kabid Gamat KSOP Kls I Dumai ini mengaku hanya berupaya pembersihan dan pencegahan.

"Tadi kan sudah saya katakan, kalau saya hanya melakukan upaya pembersihan dan pencegahan,”sebutnya lagi dengn nada tinggi.

Dengan adanya ungkapan dan pengakuan dari pihak Kabid Gamat KSOP Kls I Dumai itu menimbulkan kesan bagi warga Dumai, kalau pihak KSOP Kls I Dumai, tidak mau tau dengan siapa pelaku pencemaran minyak CPO di laut

Sehingga meninggalkan kesan di masyarakat kalau pihak KSOP Kls I Dumai tidak mau repot repot untuk memanggil, memeriksa dan menindak para oknum pelaku pencemaran di laut perairan Dumai.

Sementara pihak PT NMPL ( Naga Mas Palmoil Lestari ) yang beralamat di areal PT PELINDO I Cabang Dumai saat di konfirmasi beberapa waktu lalu, mengaku tidak ada mengalami kerugian, akibat tumpahan minyak Crude Oil Palm ( CPO ) ke laut.

Dalam hal ini menurut pihak PT NMPL, masalah tumpahan minyak CPO dari Ponton Teratai Merah III ( Mina Mas Group ) yang terjadi di sekitar Dermaga B milik PT Pelabuhan Indonesia I ( Cabang ) Dumai, Kamis 9 Agustus 2018 lalu

Hal tersebut disampaikan pihak PT NMPL Dumai, menjawab konfirmasi tertulis Reportase Riau.Com ke nomor WA Pimpinan PT NMPL Dumai, David Siburian.

"Sebagai mewakili pimpinan saya ( pak David Siburian ) menerangkan/ menjelaskan bahwa kami ( PT NMPL ) tidak merasa di rugikan, akibat tumpahan minyak CPO tertanggal 9 Agustus 2018 lalu.Benar tujuan minyak CPO yang di dalam Ponton Teratai Merah III ( Mina Mas Group ) ke perusahaan kami ( PT NMPL ).Namun karena minyak CPO itu tumpah/ tercurah kelaut saat belum serah terima dengan pihak kami.Maka segala sesuatunya yang terjadi.Itu menjadi tanggungjawab dan kerugian pihak pengangkut,"terang David Siburian melalui Humasnya bernama Ardi via Phone Selulernya beberapa waktu lalu.

Bahkan saat di tanya apakah pihaknya ( PT NMPL ) pernah di panggil dan di periksa oleh pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Kepelabuhanan ( KSOP ) Kls I Dumai terkait tumpahan minyak CPO yang terjadi pada hari Kamis 9 Agustus 2018 lalu.

”Tadi kan sudah saya jelaskan.Bahwa minyak itu di kirim salah satu minyak perusahaan yang berdomisili di Kalimantan.Tujuannya memang mau ke perusahaan kami ( PT NMPL ).Namun karena minyak CPO itu tumpah belum sampai ke tanki timbun kami.Itu tanggungjawab pihak yang mengangkut. Untuk itu silakan konfirmasi ke pihak yang bersangkutan."jawab Ardi Kamis ( 16/08/18 ).

Uniknya dalam kejadian ( tumpahan minyak CPO ) kali ini.Walau masalah tumpahan minyak CPO ke perairan laut Dumai itu merupakan tindak pidana pencemaran laut, yang bisa membahayakan mahluk hidup di laut dan menciptakan akan terganggunya sistim pelayaran di laut, akibat pencemaran minyak CPO ke lingkungan laut.Namun yang melakukan penyelidikan kasus tumpahan minyak ini menurut sumber, bukan pihak Lingkungan Hidup dan KSOP Kls I Dumai

" Kasus ini menyangkut pencemaran Lingkungan Hidup dan Pencemaran Laut Dumai.Tapi kenapa terbaca saya berita du Dumai Pos yang menangani kasusnya justru hanya pihak TIPITER ( Tindak Pidana Tertentu ) Polres Dumai.Nah untuk itu, coba saudara kejar dulu pihak terkait, seperti Dinas atau Bidang yang menangani Lingkungan Hidup di Pemerintahan Kota Dumai dan yang menangani penindakan dan keselamatan pelayaran di KSOP Kls I Dumai." Ujar seorang pria paroh baya yang tidak disebut namanya, Kamis ( 16/08/18 ) lalu

Lebih lanjut sumber yang tidak mau di sebut namanya itu mengatakan kejadian seperti ini sudah berulang ulang.”Tapi setahu saya belum ada yang sampai ke Pengadilan.Artinya, ada indikasi dugaan pembiaran disitu.Padahal Undang Undang Khusus untuk kasus seperti ini ada.Tapi mengapa pelakunya tidak pernah terjerat hukum,”ujar sumber tersebut dengan nada heran.( Mulak Sinaga )

(141) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
 
 
 
 
 
 
Redaksi | Index | Galeri replica watches replica rolex watches
Copyright 2013-2015 PT. Pressindo Multi Media, All Rights Reserved