- - - -
Sabtu, 22 09 2018  
Kasus Tambang Pasir Tangkapan TNI AL Dumai Belum Sampai Kekejaksaan

Reportase Dumai - Mulak Sinaga - Sabtu, 25/08/2018 - 18:01:45 WIB

DUMAI,Reportase Riau.Com -- Sampai hari, Sabtu ( 25/08/18 ) ini,pihak Kejaksaan Negeri Dumai mengaku belum menerima SPDP ( Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan ) menyangkut kasus atau perkara tambang pasir dari pihak TNI Angkatan Laut ( Lanal ) Dumai.

" Seingat saya kami ( pihak Kejaksaan Negeri Dumai ) belum menerima berkas pelimpahan perkara mengenai tambang pasir dari Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) AL ( Lanal ) Dumai" Ujar mantan Kasi Tindak Pidana Umum ( Kasi Pidum ) Kejaksaan Negeri Dumai, Emri Kurniawan SH MH, belum lama ini.

Bahkan saat di singgung menyangkut SPDP terkait perkara tambang pasir yang di tangkap TNI AL ( Lanal ) Dumai tertanggal 27 Mei 2018 lalu.Mantan Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Dumai yang telah di pindah tugas kan ke kantor Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) Riau itu berkata

" Saya rasa belum ada nyampai sama kami.Walau begitu, biar lebih jelas silakan tanyakan ( konfirmasikan ) ama pengganti saya.Yaitu pak Zega." Tandas Emri Kurniawan SH MH lewat nomor WA Nya.

Sementara pihak TNI AL ( Lanal ) Dumai, saat di konfirmasi terkait perkembangan perkara/ kasus KM ( Kapal Motor ) Bintang Jaya II bermuatan pasir tambang dari laut Rupatang yang di tangkap mereka ( personil TNI AL Dumai ) pada hari Minggu tanggal 27 Mei 2018 lalu di perairan laut antara Dumai - Bengkalis.

Pihak TNI AL ( Lanal ) Dumai justru terkesan memilih tidak menjawab pertanyaan wartawan Reportase Riau.Com

Adanya kesan atau indikasi memilih tidak menjawab atau menjelaskan itu di perkuat dengan tidak adanya balasan konfirmasi tertulis dari nomor WA Komandan TNI AL ( Lanal ) Dumai, Kolonel ( E ) Aldino dan WA Pasi Intel TNI AL ( Lanal ) Dumai

Menariknya dalam masalah ini.Kendati sehari setelah penangkapan dan pengamanan Nakoda Kapal, Kapal Motor Bintang Jaya II GT 34 dan muatan nya ( pasir tambang ),Komandan Pangkalan TNI AL ( Lanal ) Dumai telah memberikan keterangan Pers.Kalau penangkapan itu akibat ketidak adanya dokumen / ijin resmi dari Kementerian ESDM dan akibat adanya dugaan pelanggaran Undang Undang Pertambangan Republik Indonesia

Namun hingga kini, kasus tambang pasir hasil tangkapan TNI AL ( Lanal ) Dumai itu tidak di kateahui tersangkut di mana.

Aneh nya lagi, bulan Agustus 2018 ini ada salah seorang terdakwa kasus /perkara tindak pidana dugaan penyeludupan kain bekas ( Ball Press ) hasil tangkapan TNI AL ( Lanal ) Dumai pada bulan Mei 2018, yang sudah hendak di vonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kls I A

" Kalau tidak salah, penangkapan Ball Press dan penangkapan tambang pasir itu hanya selisih hari.Tapi kok bisa yang satu perkaranya naik/ lanjut ke meja hijau dan satu lagi tak tau kemana " Ujar seorang warga Dumai, seakan mempertanyakan kasus tambang pasir hasil tangkapan TNI AL ( Lanal ) Dumai tiga bulan lalu.( Mulak Sinaga )

.

(145) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
 
 
 
 
 
 
Redaksi | Index | Galeri replica watches replica rolex watches
Copyright 2013-2015 PT. Pressindo Multi Media, All Rights Reserved