- - - -
Minggu, 16 Desember 2018  
Kerja Sama Dengan Internews dan Google
AJI Pekanbaru Gelar Wokshop Berantas Berita Hoax

Reportase Pekanbaru - Hendri - Jumat, 03/08/2018 - 20:29:16 WIB

PEKANBARU -- Aliansi Jurnalis Idependen ( AJI ) bekerjasama dengan Internews dan Google News Initiative, mengadakan serangkaian halfday basic workshop pada Jumat (3/8/2018) di Fave Hotel Pekanbaru Jalan Jenderal Sudirman.

Workshop ini digelar di berbagai kota di Indonesia, dan kali ini digelar di Pekanbaru dengan pelaksananya AJI Pekanbaru.

Dalam workshop ini peserta diberikan pengetahuan tentang bagaimana mendeteksi dan menelusuri gambar dan berita yang diduga hoaks. Juga diberikan pengetahuan alat-alat google dan website untuk menelusuri berita dan gambar yang diduga hoaks.

Ketua AJI Pekanbaru, Firman Agus dalam sambutannya menyebut, peserta workshop ini diundang dari berbagai kalangan, baik itu lembaga swadaya masyarakat atau NGO, praktisi, akademisi dan juga dari kalangan mahasiswa.

"Para peserta ini nantinya diharapkan saat kembali ke lingkungan masing-masing, bisa menjadi agen pemberantas hoaks dan internet sehat. Terutama mahasiswa yang memang kalangan millenial yang akrab dengan media soaial dan internet," ungkap Firman.

Menurut Firman, semakin mudahnya akses internet menjadikan arus informasi dapat diterima dengan sangat mudah. Setiap orang mampu dengan cepat mengakses segala hal di tengah derasnya arus informasi. Hal tersebut juga termasuk berita palsu atau hoaks yang semakin sulit untuk ditahan penyebarannya.

"Tak sedikit warga yang sering terjatuh dalam informasi yang salah. Tingkat kepercayaan warga pada keberadaan media arus utama yang turut menjembatani informasi pun semakin dirasakan menurun. Di lain sisi, hal tersebut tidak diimbangi dengan keberadaan media alternatif yang akurat dan kredibel," jelas Firman.

Jenis berita palsu atau hoaks, sebut Firman, juga muncul dalam bentuk berita, dengan format editorial, advertorial, atau yang lainnya. Kabar bohong dengan menampilkan informasi yang salah serta gambar yang menyesatkan, dikemas dengan baik untuk memutarbalikkan kebenaran.

"Pada era semakin derasnya informasi di internet dan semakin banyaknya pengguna media sosial di Indonesia, kejahatan didunia maya pun semakin beragam, salah satunya adalah pembajakan akun pribadi dan pencurian data digital," tutur Firman.

Workshop ini, tambah Firman, mengenai bagaimana mendeteksi berita palsu, hoaks, atau misinformasi, serta bagaimana pengamanan diri di dunia digital yang sehat dan aman. Peserta juga akan diajak untuk mengumpulkan data fake news maupun hoaks untuk dilaporkan ke website Mafindo (https://www.turnbackhoax.id/lapor-hoax/)," ungkap Firman.

Tujuan workshop ini, kata Firman, membangun kesadaran publik atas pentingnya verifikasi dan fact-checking kepada semua informasi yang diperoleh di Internet. Berbagi praktik terbaik dalam pengamanan diri di dunia digital dan verifikasi informasi. Mengampanyekan program Google News Lab Training Networks yang sedang dijalankan.

"Workshop ini akan dilaksanakan pada Jumat tanggal 3 Agustus di Fave Hotel Jalan Pinang, Pekanbaru. Panitia akan menghadirkan dua trainer yang tersertfikasi oleh Google News Initiative, untuk memberikan pelatihan mengenai pengamanan diri di dunia digital dan bagaimana meningkatkan pemahaman terhadap berita yang belum terverifikasi di dunia maya," jelas Firman.(Nol)

(224) Dibaca - () Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
 
 
 
 
 
 
Redaksi | Index | Galeri
Copyright 2013-2015 PT. Pressindo Multi Media, All Rights Reserved