- - - -
Sabtu, 22 09 2018  
Tim Rescue Harimau Sumatera Masih di TKP
Harimau Pemangsa Warga Inhil Belum Juga Tertangkap

Reportase Pelalawan - Erizal - Senin, 12/03/2018 - 14:31:40 WIB

PELALAWAN--Hutan alam di Sumatera khususnya di Provinsi Riau sudah hampir habis,dimana kondisi saat sekarang ini amat sangat memprihatinkan.

Kondisi hutan alam atau hutan lindung yang semakin menipis akibat perambahan hutan secara ilegal tanpa memiliki surat yang sah.

Dengan perambahan hutan alam dapat mengakibatkan kelangsungan ekosistem makhluk hidup hewan liar untuk bertahan hidup.Perambahan hutan tanpa kendali ini juga berakibat terganggunya habitat satwa langka yang dilindungi misalnya salah satunya Harimau Sumatera yang kini tinggal ratusan ekor.

Karena kehidupan para hewan dilindungi sudah terdesak mereka pun terpaksa mendekati perkampungan penduduk guna bertahan hidup.Saat inilah terjadi konflik antara hewan dan manusia.

Kepala KSDA Wilayah I Riau M Hutomo dikonfirmasi tim Reportase Riau.Com Senin ( 12/03/2018 ) melalui pesan singkat menyampaikan terkait yang terjadi dilapangan seorang pekerja bangunan walet diterkam sama harimau.

Tim dengan polres Inhil dan Pemkab Inhil bersama warga Dusun Danau melalui Pak RT Rayo dan Tokoh Masyarakat,Thalib dan Pak Edi yang selalu mendukung Tim Rescue selama ini.Warga Desa Pulau Muda pagi ini akan datang menjumpai Tim untuk mediasi.

“Harapan kami warga dapat menghadapi musibah yang sedang kita hadapi bersama ini dgn sabar dan mempercayakan kepada Tim untuk menyelesaikan tugas nya menangkap HS yg sedang berjalan.,”ujar Hutomo.

Ditambahkan,dalam situasi ini sejak awal pihak Rescue Hariamau Sumatera mengutamakan keselamatan warga dengan sosialisasi dan memberikan edukasi kepada warga khususnya Kampung Danau yg memang jadi salah satu daerah jelajah HS.

Menurutnya,pihaknya meminta PTTHIP membersihkan kiri kanan jalan yang menjadi lintasan hariamau agar dari jauh sudah terlihat bilamana ada binatang yang menampakkan diri.Lalu bersama sama warga memasang rambu rambu peringatan.

“Bilamana situasi duka cita ini cepat berlalu...maka kami akan meningkatkan jumlah personil khusus untuk pembiusan agar dapat lebih tersebar di hamparan hutan dan kebun yang panjang jalurnya sampai 40 km,”kata Hutomo mengakhiri.( Rizal)

(211) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
 
 
 
 
 
 
Redaksi | Index | Galeri replica watches replica rolex watches
Copyright 2013-2015 PT. Pressindo Multi Media, All Rights Reserved