- - - -
Jum'at, 20 April 2018  
Pemerintah Akan Larang Kepiting Betina Dilalulintaskan

Advertorial Rohil - Wisman Sinaga - Kamis, 11/01/2018 - 22:00:23 WIB

ROHIL--Sejak terbitnya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 56/Permen-KP/2016 tentang larangan penangkapan dan atau pengeluaran lobster (panulirus spp), kepiting bakau (scilla spp) dan rajungan (portunus spp) dari wilayah negara republik Indonesia.

Dan tidak lagi memberlakukan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 1/Permen-KP/2015 tentang penangkapan Lobster (panulirus spp), kepiting bakau (scilla spp) dan rajungan (portunus spp).

Hal itu diungkapkan oleh penanggung jawab satuan kerja (satker) karantina ikan Panipahan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Angga Bachtyar,Kamis (11/1/2018) kepada wartawan.

Dengan ketentuan itu, lanjut Angga Bachtyar, pada tanggal 15 Desember sampai dengan 05 Februari 2018 dibolehkan baik dalam kondisi bertelur maupun tidak bertelur dengan lebar karapas (cangkang) 15 cm atau berat 200 gram/ekornya.

Sedangkan untuk hasil budidaya harus dilengkapinya dengan surat keterangan asal (SKA) yang dikeluarkan oleh dinas kelautan dan perikanan tempat budidaya.

Pada tanggal 06 Februari sampai dengan 14 Desember 2018 kepiting bakau yang dibolehkan untuk ditangkap dan dikeluarkan (ekspor) adalah dalam kondisi yang tidak bertelur dengan lebar karapas (cangkang) 15 cm atau berat 200 gram/ekornya.

Selanjutnya aturan pelaksanaanya di tuangkan dalam Surat Edaran Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18/MEN-KP/I/2015 Tentang Penangkapan Lobster (Panulirus Spp), Kepiting (Scylla Spp), dan Rajungan (Portunus Spp).

Dalam Permen KP/56/2016 memberikan kesempatan kepada para pelaku perikanan atau nelayan, pembudidaya, pengumpul, eksportir untuk melakukan penangkapan dan pengeluaran kepiting bakau diatur secara periodik.

Ditambahkan, dengan ketentuan pada tanggal 15 Desember sampai dengan 05 Februari dibolehkan baik dalam kondisi bertelur maupun tidak bertelur dengan lebar karapas 15 cm atau berat 200 gram/ekornya.

Sedangkan untuk hasil budidaya harus dilengkapinya dengan Surat keterangan asal (SKA) yang dikeluarkan oleh dinas kelautan dan perikanan tempat budidaya, selanjutnya pada tanggal 06 Februari sampai dengan 14 Desember kepiting bakau yang dibolehkan untuk ditangkap dan dikeluarkan adalah dalam kondisi yang tidak bertelur dengan lebar karapas 15 cm atau berat 200 gram/ekornya.

"Semoga ini bermanfaat bagi para pelaku usaha di Panipahan Rokan Hilir dan seluruh Indonesia, dan dapat memahami atas aturan 56 tahun 2016 yang telah diberlakukan," harapnya. (Wis)

(335) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
 
 
 
 
 
 
Redaksi | Index | Galeri replica watches replica rolex watches
Copyright 2013-2015 PT. Pressindo Multi Media, All Rights Reserved