- - - -
Jum'at, 19 Oktober 2018  
PT Sindora Bangun Pabrik Kelapa Sawit di Lenggadai Hilir

Reportase Daerah - Wisman Sinaga - Sabtu, 30/12/2017 - 13:14:38 WIB

ROHIL--Manajer Umum PT Sindora Agus Setiawan ingin meluruskan isu miring yang kerap dilontarkan beberapa pihak kepada perusahaan PT Sindora yang dipimpinnya, baik itu dari pihak masyarakat, LSM bahkan media massa diseputar lingkungan wilayah kerja milik PT Sindora.

"Dalam kesempatan ini saya ingin meluruskan bahwa dari faktor legalitas maupun faktor perizinan yang lainnya itu kita sudah tidak ada persoalan," kata Agus Setiawan kepada wartawan, Jumat (29/12/2017) saat bincang-bincang di sebuah kedai kopi bersama Ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan.

Sambil menikmati secangkir kopi hitam panas Agus Setiawan menceritakan sedikit kisah perusahaan yang dipimpinnya itu, mulai dari rongrongan dari pihak ketiga, kedua dan lainnya, baik dari pihak masyarakat, dan yang lainnya juga kerap memojokkan seolah-olah PT Sindora yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit itu mengambil lahan masyarakat melebihi dari hak guna usaha (HGU) yang ada, menurutnya itu tidak benar.

Namun dia mengaku saat ini ada beberapa persoalan yang cukup rumit, namun karena perusahaan itu memiliki legalitas yang resmi saat ini persoalan itu sudah dapat teratasi dengan berdirinya 1 unit pabrik kelapa sawit (PKS) di Desa Lenggadai Hilir milik PT Sindora, walau sempat terseok-seok karena diterpa masalah keuangan, namun akhirnya bangkit dari keterpurukan.

Saat ini pihaknya juga mengaku ada membuat program Corporate Social Responsbility (CSR) di Desa seputar lingkungan PT Sindora.

Menurutnya PT Sindora sudah banyak memberikan banyak kontribusi kepada masyarakat setempat dalam hal pembangunan melalui program CSR.

"Kebetulan juga kita kemarin ada minum kopi bareng disana bersama bapak Penghulu," jadi beliau kita suruh buat program yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat agar petani bisa mengeluarkan buah dan hasil pertanian lainnya," ujarnya.

Agus menambahkan, dengan adanya pembangunan jalan sepanjang 7,7 kilometer dengan menelan biaya sekitar hampir Rp 100 jutaan untuk membikin badan jalan seluas 6 meter di Desa Lenggadai Hilir dan Desa Bantaian, Kecamatan Rimba Melintang.

"Kebetulan PKS kita ada didua Desa itu, cuman posisinya lebih banyak di Kecamatan Rimba Melintang,"ucapnya.

Selain membangun infrastruktur jalan, tambah Agus Setiawan saat ini pihak PT Sindora juga tengah membuat program rencana pembangunan sarana pendidikan anak usia dini (PAUD) sebanyak dua lokal dan sarana toilet, beasiswa, dan sarana olah raga.

"Saya tadi suruh pak Penghulu bikin rapat untuk membuat program untuk budged tahun 2018, dan apa-apa saja kebutuhan dari Desa itu, salah satunya infrastruktur sudah kita lakukan, tergantung dari permohonan mereka apa," ujarnya.

PT Sindora yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit ini memiliki total pelepas hak sekitar 11 ribu hektare, namun saat ini baru dikelolah seluas 3000 (tiga ribu) hektare.

"Nah ini yang perlu saya sampaikan disini dan untuk bisa dikutip pak ya, kita ini masih ada pelepasan didalam HGU atau dilalam izin pelepasan kita ini sekitar 8000 (delapan ribu) hektare lagi yang saat ini dikuasai oleh masyarakat," ujarnya.

Namun pihak perusahaan mengaku kedepan mohon bantuan kepada pihak pemerintah Kecamatan Batu Hampar dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Rokan Hilir untuk mengkoordinir Kelompok kelompok yang sudah mengusai lahan-lahan tersebut yang berada didalam areal pelepasan PT Sindora untuk dijadikan mitra perusahaan.

"Nah ini kita sudah ada wacana kesana pak, saya sudah ketemu dengan pak Camat maupun Pemda untuk merangkul orang-orang maupun kelompok yang ada di areal hak pelepasan perkebunan milik PT Sindora," imbuhnya.

Senada, Penjabat Sementara (Pjs) Datuk Penghulu Lenggadai Hilir, Ismail Fendi mengaku mendukung secara penuh dengan keberadaan pabrik kelapa sawit (PKS) di Desa nya itu guna membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Disinggung dengan pajak perusahaan yang didengungkan oleh pemerintah guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), Ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan mengatakan perusahaan PT Sindora sudah membayar pajak perusahaan.

"Kalau mengenai perusahaan, ini teman teman perusahaan ada ini disini, seribu persen mereka sudah bayar, karena kementerian itu, departemen keuangan itu dikejarnya sampai kedalam lobang, karena mereka gak mungkin lari, karena gak bayar pajak ada pidananya pasti bayar,"ujarnya.

Untuk itu pihaknya meminta kepada pihak pemerintah bahwa perusahaan ini adalah aset sehingga perlu perusahaan dibawa berunding berapa CSR nya itu perlu didata.

"Kalau CSR PT Sindora yang saya tau sekarang ini, dia sudah membangun jalan, membuat kanal, memberikan alat pertanian, pemerintah tidak usah lagi membangun kanal karena perusahaan sudah membangun," katanya.

Menurutnya masih banyak perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Rokan Hilir, bukan hanya PT Sindora dan PT Diamond saja, ada 78 perusahaan yang beroperasi di Rohil.

"Kalau dikali Rp 2 milyar saja setiap satu perusahaan CSR nya, ditambah lagi dari PT Cevron sudah berapa milyar pak, itu yang mau saya katakan, ini aset di Rohil, orang-orang pintar asal Rohil yang berada di luar Rohil juga aset, mari kita duduk dan bicarakan bersama. Saya prajurit biasa mengahadapi persoalan, maut pun ditantang, jangankan persoalan,"jelasnya. (Wis)

Manejer Umum PT Sindora, Agus Setiawan

(479) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
 
 
 
 
 
 
Redaksi | Index | Galeri
Copyright 2013-2015 PT. Pressindo Multi Media, All Rights Reserved