- - - -
Jum'at, 20 April 2018  
Disperindag Rohil Gelar Operasi Pasar
Kedai Kopi dan Rumah Makan Dilarang Pakai Elpiji 3 Kg

Advertorial Rohil - Wisman Sinaga - Rabu, 27/12/2017 - 19:25:51 WIB

ROHIL--Guna mengantisipasi kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram pada pelaksanaan Natal dan Tahun Baru 2018 di Kabupaten Rokan Hilir, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Rohil menggelar operasi pasar, guna menekan kenaikan harga gas bersubsidi ditengah masyarakat.

Kepala Dinas Perindurian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Rokan Hilir, Sukma Alpalah, Rabu (27/12/2017) kepada wartawan menyebutkan, harga jual sesui dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yakni sebesar Rp 18 ribu untuk ukuran melon.

"Semua harus sama, Rp 18 ribu untuk gas elpiji ukuran melon 3 kilogram diseluruh Kecamatan di Kabupaten Rohil, semua harus sama ya," terang mantan Kadis Bapedalda ini seraya menegaskan.

Sukma menyebut, operasi pasar digelar sesui paspor, yakni untuk di beberapa Kecamatan, seperti di Kota Bagansiapiapi Kecamatan Bangko, Kecamatan Rimba Melintang, Kecamatan Tanah Putih, dan Bagan Batu Kecamatan Bagan Sinembah.

Operasi pasar digelar,imbuhnya guna mengatasi kelangkaan yang saat ini kondisi masyarakat sedang susah, untuk itu pihaknya berupaya untuk menormalkan kembali keadaan pasar.

Langkanya gas elpiji ukuran 3kg dipasaran perlu dilakukan penyelidikan apakah karena ada oknum yang sengaja melakukan penimbunan atau melakukan spekulasi harga sehingga barang bersubsidi pemerintah itu menjadi langkah.

"Kita kan tau kondisi masyarakat saat ini dalam keadaan susah, maka kita upayakan operasi pasar apalagi dalam rangka untuk menghadapi perayaan natal dan tahun baru,"sebutnya.

Dia menambahkan, bagi pemilik UKM dan rumah makan serta pemilik kedai kopi pihaknya menghimbau agar tidak menggunakan gas elpiji ukuran 3kg, karena itu hanya diperuntukan kepada masyarakat miskin atau kurang mampu.

"Mereka seharusnya tidak memakai gas elpiji ukuran 3kg, tapi seharusnya memakai gas elpiji ukuran 12 kilogram, dan ini nanti Insyaallah akan kita sosialisasikan,"ujarnya.

Terkait dengan beredarnya isu di Kecamatan Pasir Limau Kapas, gas elpiji ukuran 3kg yang banyak dipasok dari luar daerah seperti dari Sumatera Utara, dalam waktu dekat pihaknya juga akan menurunkan tim kelapangan terkait hal tersebut.

"Saya belum dapat laporan dari Camat terkait masalah itu, itu seharusnya tidak boleh terjadi karena sudah ada wilayah pembagiannya, hukum ekonomi itu kan berlaku sekarang. Insyaallah nanti akan kita turunkan tim kesana," terangnya.

Satu unit truk coltdisel warna merah pengangkut elpiji milik Pertamina yang bermuatan gas elpiji ukuran 3 kilogram (kg) itu terlihat mangkal di Jalan Merdeka Kota Bagansiapiapi, persis didepan Kantor BKAD. Operasi pasar yang berlangsung selama satu hari itu banyak diserbu pembeli.

Sorang ibu paru baya yang enggan disebutkan namanya saat berada dilokasi operasi pasar kepada media ini seraya membawa foto copy Kartu Keluarga (KK) mengaku senang dengan operasi pasar yang digelar oleh Pemda setempat. Pasalnya, harganya sangat murah dan terjangkau.

"Lapan boleh ibu setabung pak, aku ambik duo tabung, (delapan belas ribu satu tabung pak, saya ngambil dua tabung," katanya sembari berlalu. (Wis)

Kadisperindag Rohil Sukma Alpalah

(217) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
 
 
 
 
 
 
Redaksi | Index | Galeri replica watches replica rolex watches
Copyright 2013-2015 PT. Pressindo Multi Media, All Rights Reserved