- - - -
Senin, 11 Desember 2017  
"SAMPAN KAMPO"
Melestarikan Budaya dan Olahraga Tradisional Di Desa Sungai Ara

Advertorial Pelalawan - Rizal - Kamis, 30/11/2017 - 08:49:47 WIB

Pangkalan Kerinci--Sejarah singkat tentang Sampan Kampo merupakan sejarah pada zaman sebelum berdirinya Kerajaan Pelalawan berlayar menggunakan sampan Kampo sampai berdiri Kerajaan Pelalawan, yang mendirikan kerajaan Pelalawan terdiri dari 4 Suku yaitu Suku pilabi,suku Piliang, Suku Modang,Suku Meneling.

Sampan Kampo merupakan alat transportasi air tradisional tinggal dipinggiran sungai kecil dan besar di Propinsi Riau seperti jalur kuantan di singingi yang sampan kampo masing-masing mempunyai design yang berbeda mempunyai ciri khas tersendiri dari 4 suku yang harus dilestarikan sebagai suatu budaya kekayaan buadaya yang ada di Kabupaten Pelalawan.

Kebiasaan sebagai budaya di masyarakat yang aktifitas sehari-harian berhubungan dengan sampan merupakan alat transportasi air di wilayah perairan khususnya di wilayah pemerintahan Kabupaten Pelalawan.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya cinta dan memiliki cinta terhadap budaya dengan menggunakan sampan kampo untuk sebagai alat transportasi air dahulunya untuk tetap melestarikan budaya tanpa ada menggunakan alat modern.


Bupati Pelalawan.HM Harris menyerahkan kayuh sampan secara simbolis kepada salah seorang peserta

Dengan melestarikan budaya ini adalah untuk mengemas suatu atraksi yang menarik berhubungan dengan nilai jual di kalangan objek kepariwisataan. Dan Event kepariwisataan ini agar dapat meningkatkan perekonomian di masyarakat sekitarnya.Dalam Acara ini dilaksanakan Di desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan kabupaten Pelalawan. 22/11/2017.

Laporan dari Camat Pelalawan Joko Purnomo.

Camat Pelalawan Joko Purnomo melaporkan pihaknya telah menyelesaikan perbatasan dengan Desa Merbau.Permasalahan kedua desa bisa diselesaikan berkat silahturahmi dan komunikasi pemerintah kecamatan dengan warga.Begitu juga permasalahan tiang listrik dapat didelesaikan berkat komunikasi kedua desa.

“Sebagai desa paling ujung di kecamatan Pelalawan ini kita sudah membuat merintis jalan antar desa menghubungkan desa-desa se -kecamatan Pelalawan dimulai dari desa Sungai Ara, Desa Rangsang, Desa Tolam kemudian Desa Pekantuah nantinya sampai SP1 di Kecamatan Pelalawan,”jelas Purnomo.

Acara pembukaan Festival Sampan Kampo ini secara resmi di buka oleh Bupati Pelalawan H M Harris yang dihadiri oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pelalawan Indra Kampe Kepala Dinas Dinas Pariwisata Kabupaten Pelalawan Andi Yuliandi S.Kom , Camat Pelalawan , Kapolpos Bunut,Danramil Bunut Kepala desa Sungai Ara, Kepala Desa Merbau, ,tokoh pemuka Adat dan Masyarakat, Tokoh Kepemudaan.

Festival Budaya didesa sungai Ara ini melalui Dinas terkait kabupaten Pelalwan yaitu Dinas Pemuda Olahraga dan Kebudayan Kabupaten Pelalawan, ini merupakan agenda kegiatan kebudayaan tahunan yang perlu dilestarikan.

Andi Yuliandri S.Kom menyampaikan bahwa perlombaan pacu sampan adalah untuk melestarikan budaya dan olah raga masyarakat pesisir, mengemas produk budaya lokal dan untuk dapat meningkatkan Menggerak perekonomian masyarakat di Desa Sungai Ara.

Perlombaan ini di ikuti oleh Festival Sampan Kampo peserta berjumlah 48 Klub 32 putra, 16 Putri.

Bupati

Pelalawan H M Harris dalam kata sambutannya menyampaikan sejarah budaya di Negeri Pelalawan yang tertoreh pada masa lalu perlu diingat terus dengan cara melestarkannya.

“Jangan pernah kita tinggalkan masa lalu berdirinya Kabupaten pelalawan ini yang dirasakan orang tua kita dulu susah.Bahkan semenjak berdirinya kabupaten kita tanggal 12 Oktober 2000, jumlah penduduk kabupaten Pelalawan masih berjumlah 156.168 jiwa,”ujar Harris.



Bupati mengungkapkan salah satu kabupaten tertinggal dari 318 Kabupaten di indonesia ada 17 kabupaten, salah satunya Pelalawan termasuk kabupaten yang tertinggal.Tapi,dengan kebersamaan kita bisa membangun kabupaten Pelalawan lebih maju dan lebih baik.Kita berkomitmen Kabupaten tidak lagi menjadi daerah yang tertinggal.

Untuk memperkenalkan dan mempromosikan Sampan Kampo kepada masyarakat Luar, kini telah dibuat miniatur atau replika Sampan Kampo. Di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Replika Sampan Kampo ini dapat di peroleh di Dewan Kesenian Pelalawan yang bersekretariat di Gedung Balai Adat Pelalawan.

Selain itu usaha yang telah di Lakukan Pemerintah Kabupaten Pelalawan untuk memperkenalkan Sampan Kampo ini yaitu dengan mengadakan Lomba Pacu Sampan Kampo di Desa Sei Ara, Kecamatan Pelalawan tiap tahunnya, dan event ini sangat berguna untuk menarik minat wisatawan.

Bupati Harris berharap melalui ”Pacu Sampan Kampo” kebudayaan lokal dapat dilestarikan.

Dia berjanji, meski anggaran pemerintah daerah kian terbatas sebagai dampak penurunan dari APBD, namun ’Pacu Sampan Kampo’ akan menjadi agenda tahunan Pemkab Pelalawan.

”Ini sebagai komitmen nyata kita melestarikan warisan kebudayaan asli Kabupaten Pelalawan,” tegas pria yang pernah menjadi Ketua DPRD Pelalawan dua periode, wakil bupati, dan Ketua Asosiasi DPRD Kabupaten se-Indonesia (Adkasi).

"Mari kita menjunjung tinggi sportifitas dan selamat bertanding"Pesan Harris mengakhiri.

Selanjutnya Bupati Pelalawan menyerahkan pendayung sampan kepada peserta bahwa secara resmi perlombaan di mulai.( ADV )

(269) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
 
 
 
 
 
 
Redaksi | Index | Galeri replica watches replica rolex watches
Copyright 2013-2015 PT. Pressindo Multi Media, All Rights Reserved