- - - -
Senin, 11 Desember 2017  
Peringati HMPI Tahun 2015
Bupati Kampar Minta Peran Tokoh Adat Gali Potensi Hutan untuk Tingkatkkan ekonomi masyarakat

Advertorial Kampar - Hasbi - Kamis, 03/12/2015 - 16:53:20 WIB
Bupati Kampar Jefri Noer menyirami bibit Jabon yang sudah ditanamnya di Hutan larangan,Kenegerian Rumbio
TERKAIT:

RUMBIO,Reportaseriau.com- Bupati Kampar H Jefry Noer Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) Tingkat Kabupaten Kampar Tahun 2015 meminta peran serta tokoh adat untuk menggali potensi hutan untuk meningkat ekonomi masyarakat.

Jefri Noer menyampaikan ini saat memberikan arahan pada acara HMPI Tingkat Kabupaten Kampar Tahun 2015 di Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio desa,Rumbio Kecamatan Rumbio Jaya yang dihadiri ketua TP PKK Kabupaten Kampar sekaligus Anggota DPRD Provinsi Riau Hj Eva Yuliana SE, pimpinan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD)di lingkungan Pemda Kampar, Tokoh Adat, serta masyaraka.Kamis,( 3/12/15 ).

"Kepada tokoh adat, coba lebih ditingkat lagi potensi hutan adat ini untuk meningkat ekonomi masyarakat, buat program-program pemanfaatan hutan dengan tidak merusak ekosistim hutan itu sendiri dengan mengikutsertakan ninik mamak, camat, Kades, Kadus dan serta Dinas terkait karena ciri khas masyarakat Kampar adalah "Batobo" atau bergotong royong."imbau Jefry

Bupati Kampar juga meminta agar untuk memanfaatkan dan menjaga lahan hutan yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat Pemerintah Kabupaten Kampar telah mempunyai program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) dimana lahan yang di olah oleh masyarakat cukup 1000 meter persegi namun hasilnya sangat menjanjikan."Ini sudah kita buktikan dilahan percontohan RTMPE yang berada di desa Kubang Jaya."tutur Jefry Noer

Dikatanya lagi, saat ini sudah 400 RTMPE yang sudah dilaksanakan pada tahun 2015 ini dan sudah tersebar di berbagai desa di Kabupaten Kampar."Kepada tokoh adat jika ingin melihat langsung atau ingin belajar program RTMPE silahkan ke kubang jaya, karena dengan melihat langsung kita bisa tahu begitu besar manfaat bagi kehidupan masyarakat dalam meningkatkan ekonomi keluarga."ujar Jefry

Kepada kadis Kehutanan Kabupaten Kampar, Jefry juga menghimbau agar jangan asal penanam pohon saja namun selalu ditinjau apakah bibit yang sudah ditanam berhasil tumbuh atau tidak."jika setelah penanaman pohon tidak berhasil atau banyak yang mati, lakukan penanaman kembali hingga berhasil tumbuh sehingga kegiatan penanaman pohon ini tidak sia-sia atau seremonial saja."ucap Jefry

Jefry juga meminta agar ukur kembali luas Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio desa Rumbio Kecamatan Rumbio Jaya ini apakah benar-benar sesuai dengan laporan yang disampaikan serta data potensi-potensi hutan adat ini.

Selain itu juga Bupati Kampar meminta tokoh adatuntuk membuat kesepakatan tentang pengelolaan Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio desa Rumbio Kecamatan Rumbio Jaya ini dengan semua yang terkait."Karena untuk melestarikan hutan adat ini perlu kebersamaan antara masyarakat, tokoh adat, kadus, kades dan camat serta dinas terkait."tegas Jefry.

HMPI 2015 Ayo Kerja,Tanam dan Pelihara

Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional tahun 2015 yang bertema "Ayo Kerja, Tanam dan Pelihara Pohon untuk Hidup"di sektor lingkungan hidup dan kehutanan ini adalah ujud kampanye sekaligus ajakan dan himbauan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati dan ekosistiem hutan sebagai asset tak ternilai yang perlu dijaga dan dilestarikan agar dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan hutan untuk kehidupanmasa kini dan masa yang akan datang.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kampar H Jefry Noer saat membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dalam acara peringatan hari menanam pohon Indonesia (HMPI) dan bulan menanam nasional (BMN) tahun 2015 di Tingkat Kabupaten Kampar di Hutan Larangan Adat Ghimbo Potai Kenegerian Rumbio desa Rumbio Kecamatan Rumbio Jaya yang dihadiri ketua TP PKK Kabupaten Kampar sekaligus Anggota DPRD Provinsi Riau Hj Eva Yuliana SE, pimpinan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD)di lingkungan Pemda Kampar, Tokoh Adat, serta masyaraka.Kamis,( 3/12 /15 )

"Hutan sangat penting sebagai penyangga kehidupan, pilar pengawetan dan pilar pemanfaatan untuk generasi sekarang dan yang akan datang. Keberadaan hutan haruslah dilindungi sebagai di amanatkan didalam undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konsevasi sumberdaya alam hayati dan ekosistimnya, undang-undang nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan, undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan kerusakan hutan serta undang-undang nomor 37 tahun 2014 tentang konservasi tanah dan air."ucap Jefry

Hal ini,lanjutnya,tentu saja sejalan dengan misi dan visi pemerintah dalam mewujudkan nawacita, dimana 5 pilar terkait erat dengan program lingkungan hidup dan kehutanan yakni memperkuat kehadiran Negara dengan melakukan reformasi system dan penegak hukum, meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui peningkatan kesejahteraan rakyat majinal, mendorong peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestikn serta membangun Indonesia dari pinggiran melalui pembangunan desa.

Dikatannya,Indonesai memiliki hutan terluas ketiga di dunia dengan luas mencapai 120,78 juta Ha. Hutan Indonesia dibagi berdasrakan fungsi yakni hutan konservasi, hutan produksi, dan hutan lindung. Untuk memperbaiki tata kelola hutan dan luasan hutan tersebut dibagi kedalam organisasi pengelolaan hutan di tingkat tapak yang di sebut sebagai kesatuan pengelolaan hutan (KPH) sebanyak 600 unit KPH.

Dalam rangka itulah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengharuskan untuk mewujudkan sebuah capaian kinerja yang semakin baik,tahun 2014 mencakup peningkatan indeks kualitas Lingkungan Hidup menjadi 63,42 persen, penetapan kawasan hutan sebesar 58,8 persen, penurunan laju deforestasi menjadi 0,61 juta Ha/tehun, penurunan rerata jumlah hotspot (titik kebakaran) menjadi 22.500 titik, penurunan lahan kritis menjadi 24,3 Ha.

Peningkatan produksi kayu dari hutan alam sebesar 5 juta meter persegi, hutan tanaman sebesar 26,67 juta meter persegi dan hutan rakyat sebesar 3,93 juta meter persegi, peningkatan hutan bukan kayu (HHBK) terutama rotan sebesar 269.870 ton, peningkatan ekspor kayu sebesar US $ 6 Milar dan pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar 3.3 triliyum.

Pencapaian tersebut,tambahnya, tentunya tidak terlepas dari peran serta dan kerja sama dari berbagai pihak yang telah memberikan dukungan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam mencapai visi dan misinya.

Kedepan arah kebijakan pembangunan bidang lingkungan hidup dan kehutanan difokuskan kepada penanganan isu-isu nasional diantaranya ketahanan pangan yang akan dicapai melalui Hutan Kemasyarakatan, Hutan Desa dan Hutan Tanaman Rakyat. (Hasbi)

(1435) Dibaca - (0) Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
 
 
 
 
 
 
Redaksi | Index | Galeri replica watches replica rolex watches
Copyright 2013-2015 PT. Pressindo Multi Media, All Rights Reserved